Hanya dalam waktu 5 tahun sejak peresmian resmi pabrik mobil listrik di Hai Phong, VinFast secara bertahap telah menaklukkan pasar global setelah beralih ke mobil listrik murni.”Didukung oleh orang terkaya Vietnam, Pham Nhat Vuong yang kekayaannya berawal dari berjualan mie Instan hingga mampu melahirkan kekaisaran VinGroup yang memiliki bisnis mulai dari hotel, hingga rumah sakit, VinFast membuka pabrik di North Carolina, Indonesia, dan India,” kata Time.
Selain karena laju ekspansinya yang cepat, VinFast dianggap sebagai “disruptor” dalam industri kendaraan listrik karena strategi penjualan yang berkembang pesat. Majalah TIME melihat keunikan dari model bisnis mobil listrik VinFast, yaitu berlangganaan baterai. Strategi inovatif ini berpotensi sebagai penggerak pertumbuhan bagi produsen asal Vietnam tersebut. Kebijakan berlangganan baterai VinFast yang memisahkan biaya baterai dari harga pembelian kendaraan, membuat kendaraan listrik lebih terjangkau bagi sejumlah konsumen. Selain itu, perusahaan menawarkan penggantian baterai gratis jika kapasitasnya berkurang, sehingga memberikan manfaat yaitu mengurangi biaya sepanjang periode kepemilikan.
VinFast telah mematok target untuk mengirimkan 100.000 kendaraan pada tahun 2024, tiga kali lipat dari penjualan saat ini. Tujuan ambisius ini didukung oleh rencana untuk memperluas ekspansinya secara global dengan menargetkan pasar dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada, hingga Thailand, Filipina, dan Indonesia. Dr. Tran Dinh Thien melihat inklusi VinFast dalam daftar Perusahaan Paling Berpengaruh TIME100 sebagai tonggak penting, tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk Vietnam.

Tran melihat penghargaan tersebut sebagai bukti kematangan VinFast dan kemampuannya untuk menjelajahi lanskap industri otomotif global.”VinFast mungkin belum menjadi bagian dari daftar kebutuhan utama di seluruh dunia,” kata Dr. Thien,”Tetapi pendekatan VinFast terhadap tantangan pasar dan keinginannya untuk merangkul arena kompetitif global benar-benar patut diacungi jempol.”Keuletan yang tak tergoyahkan ini lebih lanjut diperkuat oleh dukungan kuat dari pendiri dan CEO VinFast, Pham Nhat Vuong.
Voung berencana akan menggelontorkan US$1 miliar dari aset pribadinya untuk mendukung pertumbuhan VinFast, sebagai wujud komitmen dalam membangun pioner perusahaan mobil listrik dan mendorong industri otomotif Vietnam ke kancah global. Vuong dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) VinFast pada April lalu mengatakan “Saya tidak akan pernah menyerah pada VinFast.” Komitmen yang teguh diiringi dengan strategi inovatif dan rencana ekspansi yang strategis menempatkan VinFast sebagai “disruptor” dalam industri kendaraan listrik, yang siap untuk menghadirkan lanskap industri otomotif masa depan.