Hidup Selaras dengan Teknologi Elektrifikasi BYD

BYD atau Build Your Dreams mempunyai mimpi meningkatkan gaya hidup pengendara yang lebih ramah lingkungan dengan teknologi mutakhir. Salah satu cara BYD untuk mewujudkan impian tersebut dengan menghadirkan aneka teknologi canggih kepada seluruh penggemar otomotif tanah air, dengan tujuan memudahkan aktivitas saat mengendarai EV BYD sehingga mendatangkan dampak positif dalam keseharian.   

“Kehadiran EV BYD akan memberikan dampak positif dalam keseharian kita dari berbagai aspek, seperti mengurangi emisi, efisiensi biaya operasional kendaraan dan biaya perawatan, dan menjamin keamanan EV. Namun, bukan berarti kita tidak menjaga performa EV BYD, karena sebagaimana produk otomotif lainnya, kita perlu memperhatikan beberapa hal mendasar seperti pengisian baterai, sehingga performa keseluruhan pada mesin, mobil, dan baterai EV akan lebih panjang,” ujar Bobby Bharata, Head of Product PT BYD Motor Indonesia.

Keandalan BYD dalam Menunjang Performa Blade Battery

BYD selalu memperhatikan segala aspek yang diperlukan untuk menunjang performa EV. Untuk memudahkan pengisian daya, BYD memiliki  Portable Charger berukuran sedang untuk dipasang di rumah atau pun dibawa ke mana saja. Karena sifatnya yang dedicated, maka Portable Charger ini harus terhubung dengan listrik berdaya lebih dari 2.200 watt.Selain itu, BYD juga akan menjembatani komunikasi dengan PLN untuk pemasangan wall charger, khusus untuk rumah yang memiliki daya minimal 7.000 watt.

State of Health (SoH), menjadi hal yang wajib diperhatikan untuk menjaga performa dan umur  baterai dalam berbagai kondisi. Agar umur baterai EV BYD tetap terjaga, BYD merekomendasikan untuk melakukan pengisian daya saat EV masih di atas 20%, atau antara 40% – 80% jika unit EV tidak digunakan dalam waktu lebih dari lima hari. 

Para pengguna dapat melakukan pengaturan di dasbor mobil BYD saat pengisian daya dalam kondisi ditinggal dengan mode pengaturan pengisian daya berdasarkan jam. Setelah daya EV BYD terisi penuh, pengisian daya akan terputus secara otomatis agar menghindari overcharge, sehingga SoH pada EV BYD tidak mengalami kerusakan dan mengurangi performa baterai.

“Pada dasarnya semua kendaraan harus dicek secara berkala, tetapi pengecekan EV BYD tergolong lebih mudah. SoH atau info mengenai baterai EV akan terpantau sehingga kami dapat mengetahui apakah baterai tersebut masih dalam kondisi yang baik atau sudah harus segera ditindak lanjuti,” ujarBobby Bharata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *