Ferrari F1 Schumacher Kembali Bernyawa untuk Sang Pemilik Baru

Suara menderu mesin V10 alami Ferrari F2001 chassis 211—yang pernah membawa Michael Schumacher meraih gelar juara dunia keempatnya—kini tak hanya menjadi kenangan. Mobil ikonis ini, setelah menjalani restorasi penuh oleh Ferrari, siap kembali mengaspal. Bukan sebagai pajangan di museum, melainkan sebagai mesin balap sesungguhnya yang bisa ditaklukkan pemilik barunya di sirkuit. RM Sotheby’s akan melelangnya langsung di tengah gemerlap Grand Prix Monaco 2025, menciptakan momen bersejarah: lelang mobil F1 pertama yang digelar di ajang tersebut.

Berbeda dengan lelang mobil balap kebanyakan yang berakhir di garasi tertutup, F2001 chassis 211 telah dipulihkan Ferrari ke kondisi siap pacu. Artinya, sang pemenang lelang tak cuma membeli artefak, tetapi juga tiket masuk eksklusif ke program Ferrari Corse Clienti—di mana mereka bisa menyetir mobil ini di trek balap, didukung penuh oleh tim teknik Maranello. “Ini seperti membeli lukisan Van Gogh yang masih bisa dicat ulang oleh sang maestro,” kata seorang analis otomotif.

Fakta ini menjelaskan mengapa nilai mobil ini diprediksi melampaui rekor lelang 2017 ($7,5 juta). Restorasi 2024 menghidupkan kembali teknologi era 2001: mesin 3.0L V10 bertenaga 800+ HP, transmisi semi-otomatis 7 percepatan, dan sistem aerodinamika yang dulu memukau Monte Carlo. Bahkan setir asli yang pernah Schumacher pegang tetap terpasang, menyimpan jejak sidik jari sang legenda.

Pemilihan Monaco sebagai lokasi lelang bukan kebetulan. Di sirkuit inilah Schumacher menjuarai GP Monaco 2001 dengan mobil ini—kemenangan kelimanya di sirkuit kota tersebut. Kini, 24 tahun kemudian, F2001 kembali “pulang” tepat sebelum sesi kualifikasi. RM Sotheby’s sengaja mengatur lelang pada 24 Mei pukul 09.15 waktu setempat, 45 menit sebelum mobil F1 modern mulai bersaing di trek yang sama. “Ini simbolis: masa lalu dan masa kini F1 bertemu di tempat yang sakral,” ujar kurator lelang.

Lelang ini bukan sekadar ajang adu dompet miliarder. Calon pembeli diprediksi berasal dari kalangan kolektor yang ingin menghidupkan kembali semangat Schumacher. Bayangkan: mengemudikan mobil yang sama di sirkuit seperti Spa-Francorchamps atau Monza, dengan dukungan teknisi Ferrari. Bagi sebagian orang, ini impian yang tak ternilai—sekaligus penghormatan pada sosok Schumacher yang kini masih berjuang pulih.

Namun, ada juga pertanyaan kritis: Apakah etis menjual mobil yang terkait erat dengan tragedi kesehatan Schumacher? Beberapa penggemar menolak komersialisasi memorabilia-nya, tetapi keluarga Schumacher secara resmi mendukung lelang ini sebagai bagian dari pelestarian warisan balapnya.

Lelang F2001 di Monaco bisa menjadi preseden baru. Jika berhasil, ini mungkin membuka pasar bagi mobil-mobil F1 klasik lain untuk “dihidupkan kembali”, alih-alih jadi tumpukan besi di gudang. Ferrari sendiri disebut sedang mempertimbangkan program restorasi serupa untuk mobil-mobil bersejarah mereka.

Di sisi lain, fenomena ini juga mencerminkan ledakan pasar kolektor F1. Nilai memorabilia Schumacher telah melonjak 300% sejak 2020, termasuk helm, setir, bahkan sarung tangan balapnya. F2001 chassis 211 bukan sekadar mobil—ia adalah kapsul waktu yang mengabadikan puncak kejayaan F1 era mesin konvensional.

Bagi generasi yang tumbuh di era hybrid V6, suara F2001 adalah sebuah nostalgia. Tapi bagi sang pemilik baru, ini adalah kesempatan langka merasakan sensasi golden age F1—di mana mesin berderu tanpa filter, dan pembalap seperti Schumacher bertarung dengan insting liar. Siapapun yang membawanya pulang, satu hal pasti: Ferrari ini tak akan diam di garasi. Ia akan kembali memecah keheningan sirkuit, membawa secuil jiwa sang Raja Monaco.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *