Chery Group kembali mencetak sejarah gemilang di kuartal pertama 2025, bukan hanya mempertahankan gelar “Raja Ekspor Mobil China,” tetapi juga menunjukkan lompatan besar dalam transisi ke kendaraan listrik (NEV). Penjualan NEV mereka meroket 171,8% secara tahunan, sebuah bukti nyata bahwa ambisi elektrifikasi Chery bukan sekadar janji kosong. Angka-angka penjualan mereka pun membuat kompetitor terdiam: 214.770 unit terjual hanya di bulan Maret 2025, tumbuh 18,3% dari tahun sebelumnya; 86.414 unit diekspor bulan lalu, menegaskan strategi globalisasi Chery yang agresif; dan 163.458 NEV terjual di Q1 2025, sinyal kuat bahwa Chery siap bersaing dengan raksasa seperti BYD dan Tesla di era kendaraan listrik.
Di balik kesuksesan ekspor Chery, ada dua pahlawan yang tak bisa diabaikan: Jetour dan Tiggo 5X. Jetour, sub-brand andalan Chery, menyumbang 54.020 penjualan global di bulan Maret. Sementara itu, Tiggo 5X mencatat prestasi fenomenal sebagai mobil China pertama yang mencapai 1 juta unit ekspor, sebuah pencapaian yang biasanya hanya diraih oleh raksasa otomotif Eropa atau Jepang.
Langkah cerdas Chery dalam memperluas jangkauan globalnya juga terlihat dari kolaborasi strategis dengan merek Spanyol, Ebro. Ini bukan sekadar proyek rebranding, tetapi strategi jitu untuk memanfaatkan jaringan Ebro di Eropa dan Amerika Latin, menghindari hambatan tarif, dan memperkuat posisinya sebagai “raksasa otomotif global.” Hasilnya, pabrik di Spanyol kembali hidup, ratusan lapangan kerja tercipta, dan Chery semakin diakui di pasar internasional.
Dengan basis pengguna global yang mencapai 16,3 juta, termasuk 4,7 juta di luar China, Chery membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar “pemain lokal.” Mereka menargetkan pasar berkembang hingga Eropa dengan formula yang terbukti ampuh: teknologi terjangkau, desain berani, dan jaringan layanan purna jual yang luas. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, siapa yang berani menghadang laju Chery? Di tengah perang dagang AS-China dan proteksionisme Eropa, Chery justru semakin menggurita. Kuartal pertama 2025 menjadi bukti tak terbantahkan bahwa mobil China bukan lagi sekadar produk murahan, tetapi rival serius yang siap merebut takhta dari merek-merek mapan seperti Toyota, Volkswagen, atau Hyundai di pasar global.