BYD, produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, kembali menunjukkan dominasinya di pasar global dengan mencatatkan pertumbuhan spektakuler pada kuartal pertama 2025. Namun, yang menarik bukan hanya angka penjualan, melainkan pergeseran strategis yang mendorong kesuksesan mereka. Seperti dikutip ChinaCarNews, data terbaru mengungkapkan bahwa 57,8% penjualan kendaraan penumpang BYD di Q1 2025 berasal dari kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV), naik dari 51,9% di periode sama tahun sebelumnya. Total penjualan PHEV mencapai 569.710 unit, melonjak 76% dibandingkan Q1 2024. Sementara itu, proporsi kendaraan listrik baterai (BEV) turun menjadi 42,2%, meski penjualan absolutnya masih tumbuh 39%. Perubahan ini mencerminkan strategi BYD untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang heterogen, di mana PHEV dinilai lebih adaptif di negara-negara dengan infrastruktur pengisian daya yang belum matang.
Tidak hanya mengandalkan pasar domestik, ekspor menjadi pilar pertumbuhan BYD. Pada Q1 2025, perusahaan berhasil mengirimkan 206.084 unit ke pasar luar negeri, naik 111% dari tahun sebelumnya. Pada Maret saja, ekspor mencapai rekor bulanan tertinggi: 72.723 unit, meningkat hampir 90% dibandingkan Maret 2024. Angka ini memperkuat ambisi BYD sebagai pemain global, bersaing ketat dengan raksasa otomotif tradisional di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Tabel Penjualan Mobil Listrik BYD

Diversifikasi merek juga menjadi kunci. Sub-merek seperti Fang Cheng Bao yang fokus pada segmen off-road premium mencatatkan penjualan 8.051 unit di Maret (+126% YoY), sementara Denza, yang menargetkan keluarga kelas menengah-atas, tumbuh 22,8% menjadi 12.620 unit. Meski masih kecil, kehadiran merek supercar listrik Yangwang (133 unit) menjadi simbol inovasi teknologi BYD. Di sisi lain, merek utama (Dynasty + Ocean) tetap menjadi andalan dengan penjualan 350.615 unit di Maret, naik 23% dari tahun sebelumnya.
Untuk memastikan permintaan global terpenuhi, BYD meningkatkan produksi menjadi 395.091 unit di Maret 2025, 33% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Selisih antara produksi dan penjualan (17.671 unit) mengisyaratkan kesiapan mereka menghadapi lonjakan permintaan, terutama dari pasar ekspor. Ambisi ini sejalan dengan target penjualan 5,5 juta unit di 2025 dan 6,5 juta di 2026. Hingga Maret 2025, total kendaraan listrik BYD yang terjual secara kumulatif telah melampaui 11,6 juta unit, menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain terbesar di industri EV global.

Kesuksesan BYD mengirimkan sinyal jelas: fleksibilitas teknologi dan ekspansi global adalah kunci memenangkan persaingan EV. Dengan fokus pada PHEV, mereka membuka peluang di pasar yang masih transisi ke listrik penuh, sementara ekspor membuktikan bahwa merek Tiongkok tidak lagi dipandang sebagai pendatang baru, melainkan pemimpin inovasi.
Florya su kaçak tespiti Büyükçekmece su kaçağı tespiti: Büyükçekmece’de su kaçağı sorunlarını profesyonelce çözmekteyiz. https://www.jlifenj.com/?p=40838