Dalam langkah strategis untuk mendukung pemberdayaan masyarakat rentan di Indonesia, DBS Foundation, melalui Bank DBS Indonesia, mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar hingga 2028. Dana tersebut akan digunakan untuk menjalankan berbagai program kolaboratif yang menyasar perempuan, petani kecil, penyandang disabilitas, dan kaum muda di Indonesia, termasuk wilayah yang memiliki tingkat ketimpangan tinggi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Barat.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan komitmen bank dalam menggerakkan perubahan sosial. “Melalui visi kami untuk menjadi ‘Best Bank for a Better World,’ Bank DBS percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari dampak positif yang kami ciptakan bagi masyarakat. Kerja sama ini adalah bentuk nyata dari semangat keberlanjutan yang kami usung,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta (Selasa,21/1/2025)
Tiga Program Strategis untuk Dampak Maksimal
Bank DBS Indonesia menggandeng The Asia Foundation, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, serta Dicoding untuk meluncurkan tiga program utama: SHE CAN (Accelerating Financial Inclusion for Marginalised Women): Bersama The Asia Foundation, program ini fokus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan marjinal di Kalimantan Barat. Program ini juga mendorong kewirausahaan dan kepemimpinan perempuan, dengan target pelaksanaan hingga 2027.
FEAST (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation): Dilaksanakan dengan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, inisiatif ini bertujuan memberdayakan 28.000 petani kecil di NTT. Program ini mengutamakan sistem pertanian cerdas iklim dan diversifikasi pangan melalui peran perempuan sebagai pemimpin keluarga.
Coding Camp: Berkolaborasi dengan Dicoding, program ini menyediakan pelatihan coding gratis bagi 130.000 pelajar SMK, mahasiswa, dan penyandang disabilitas di Indonesia. Dengan durasi dua tahun (2024–2026), program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital sekaligus membuka peluang kerja.
Menghadapi Tantangan Sosial dan Ekonomi Indonesia Timur
Wilayah seperti NTT dan Kalimantan Barat kerap menghadapi tantangan unik, mulai dari kerawanan pangan hingga akses terbatas terhadap pendidikan dan teknologi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa tingkat kerawanan pangan di NTT mencapai 14,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menegaskan pentingnya fokus pada inklusi. “Dengan memenuhi kebutuhan dasar dan membuka akses lebih luas, kami ingin membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan perubahan jangka panjang. Kami percaya, investasi ini adalah langkah awal untuk memberdayakan generasi mendatang.”
Peran DBS Foundation dalam Transformasi Sosial
Sejak 2014, DBS Foundation telah menyalurkan pendanaan kepada berbagai wirausaha sosial yang menghadirkan solusi inovatif untuk masalah sosial dan lingkungan. Hingga kini, 14 wirausaha sosial di Indonesia telah menerima hibah sebesar SGD 2,28 juta untuk inisiatif seperti pengelolaan limbah, pemberdayaan perempuan, dan polusi udara.
Pada tahun 2023, DBS Foundation meningkatkan ambisinya dengan mengalokasikan SGD 1 miliar selama 10 tahun, mencakup dukungan bagi komunitas rentan dan program Business for Impact. Berkat upaya ini, Bank DBS dinobatkan sebagai World’s Best Bank for Corporate Responsibility oleh Euromoney.
Dengan lebih dari 238.000 penerima manfaat dari ketiga program baru ini, Bank DBS Indonesia optimis bahwa dampak positifnya akan melampaui batas wilayah dan generasi. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi DBS Foundation sebagai pemimpin dalam inovasi sosial di Asia Tenggara, membawa semangat From a Spark Within to Impact Beyond untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.