Saat jutaan pemudik bersiap menghadapi kemacetan dan polusi jalanan, BYD Motor Indonesia mengubah narasi mudik tradisional dengan menghadirkan Posko Mudik Kendaraan Listrik pertama di Indonesia. Inisiatif ini bukan sekadar layanan darurat, melainkan langkah revolusioner untuk menjadikan kendaraan listrik (EV) sebagai pilihan utama perjalanan jarak jauh. Dengan 3 posko strategis di jalur mudik dan 12 dealer siaga, BYD membuktikan: EV tak lagi hanya untuk kota, tapi siap mengarungi jalanan Jawa hingga Sumatera.
“Mudik dengan EV sering dianggap risky karena keterbatasan infrastruktur. Tahun ini, kami ingin ubah stigma itu. Posko ini bukti bahwa EV bisa jadi solusi mudik yang lebih hemat, nyaman, dan ramah lingkungan,” tegas Luther T. Panjaitan, Public & Government Relations BYD Indonesia, sambil menunjuk stasiun pengisian daya berkecepatan tinggi di Posko KM 57 Cikampek (26/3/2025)
Beberapa waktu lalu terdapat keraguan calon pemudik menggunakan EV untuk perjalanan >300 km. BYD merespons dengan menghadirkan dua solusi utama: pengisian daya gratis 30 menit dengan teknologi ultra-fast charging yang mengisi 80% baterai dalam waktu singkat, serta garansi baterai 24 jam melalui tim siaga dengan mobil derek khusus EV.



BYD tak hanya menyediakan layanan teknis, tapi juga menciptakan pengalaman mudik yang dipersonalisasi. Di Posko Batang, Jawa Tengah, keluarga pemudik bisa mengikuti sesi foto bertema Lebaran dengan mobil listrik mereka, lengkap dengan hashtag #MudikHijauBYD yang langsung trending di TikTok. Tak ketinggalan, souvenir eksklusif seperti tote bag daur ulang dan power bank tenaga surya dibagikan untuk memperkuat citra eco-friendly. “Ini bukan sekadar charging station. Kami ingin pelanggan merasa bangga memilih EV, karena mereka berkontribusi mengurangi 1,2 ton emisi CO₂ per mobil dalam satu kali mudik,” tambah Luther.
Selain posko, BYD mengerahkan 12 diler dari Medan hingga Makassar yang beroperasi 8-24 jam. Layanan unggulannya termasuk home charger installation darurat dan battery health check-up berbasis AI.
Bagi BYD, Posko Mudik bukan sekadar CSR, melainkan investasi jangka panjang. Data internal mereka menunjukkan, 70% pengunjung posko tahun lalu adalah pengguna mobil konvensional yang kini tertarik beralih ke EV. “Ini momentum green lifestyle. Setelah merasakan mudik tanpa polusi dan biaya BBM. Kami yakin akhirnya nanti mereka akan membeli EV,” pungkas Luther optimistis.