Banjir yang melanda 8 kecamatan di Bekasi, termasuk kawasan Grand Galaxy City dengan ketinggian air lebih dari 1 meter, menyisakan kerugian ratusan juta rupiah bagi pemilik mobil terendam. Data menunjukkan puluhan kendaraan rusak berat, memaksa pemiliknya menghadapi biaya perbaikan mesin, sistem kelistrikan, hingga interior yang bisa mencapai puluhan juta. Di tengah risiko bencana yang tak terduga, pertanyaan kritis muncul: jenis asuransi mobil apa yang paling optimal melindungi aset Anda?
Berdasarkan tingkat kerusakan banjir, berikut perbandingan manfaat asuransi All Risk (Comprehensive) dan Total Loss Only (TLO):

Contoh kasus: Mobil terendam 50 cm (Level 1): All Risk menanggung biaya perbaikan Rp15-30 juta. TLO tidak memberikan klaim. Mobil terendam 1,5 meter (Level 3): All Risk dan TLO mengganti nilai mobil sesuai harga pasar.
Benny Fajarai, Co-Founder Lifepal, menegaskan: “Di daerah rawan banjir seperti Bekasi, All Risk lebih direkomendasikan. Premi mungkin lebih tinggi, tetapi coverage-nya menyeluruh, bahkan untuk kerusakan partial sekalipun.”
Komponen Kritis yang Rentan Rusak & Biaya Perbaikan, Mesin (Hydrolock): Rp10-50 juta, Sistem Kelistrikan (ECU): Rp5-20 juta. Interior (Kursi & Karpet): Rp3-10 juta Transmisi: Rp7-15 juta. Tanpa asuransi All Risk, pemilik harus menanggung biaya ini sendiri. Sementara TLO hanya berlaku jika mobil dinyatakan total loss (biaya perbaikan ≥75% nilai mobil).
Strategi Mitigasi Banjir untuk Pemilik Mobil, Hindari Menerobos Banjir: Air setinggi >30 cm berisiko merusak mesin. Aktifkan ERA (Emergency Roadside Assistance): Asuransi dengan fitur ini menanggung biaya evakuasi mobil hingga Rp5 juta dan Cek Polis: Pastikan klausul “bencana alam” termasuk banjir.
Kapan TLO Masih Relevan? TLO cocok untuk mobil tua (usia >10 tahun) dengan nilai ekonomis rendah. Premi lebih murah (Rp500.000-Rp1 juta/tahun), tetapi risiko partial loss sepenuhnya ditanggung pemilik.
All Risk: Ideal untuk mobil baru, daerah rawan banjir, atau pemilik yang ingin proteksi maksimal. TLO: Cocok untuk mobil bernilai rendah atau sebagai cadangan klaim total loss. “Banjir Bekasi menjadi pengingat: asuransi bukan lagi opsi, tapi kebutuhan. Bandingkan premi dan benefit di platform seperti Lifepal untuk pilih polis yang sesuai dompet dan risiko,” tutup Benny.