Di tengah banjir informasi digital yang kerap dibumbui hoaks, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengambil peran strategis dengan mentransformasi Honda Journalist Award menjadi Honda Media Award. Ini tidak sekadar ganti nama, namun penghargaan yang telah berjalan 18 tahun ini kini fokus pada kampanye konten berkualitas dan memerangi disinformasi. “Kami ingin apresiasi tidak hanya pada media digital, tetapi juga kreator digital yang menjaga integritas informasi,” kata Yulian Karfili , PR & Digital Strategy Senior Manager PT Honda Prospect Motor, dalam sambutannya, Selasa (23/3/2025).
Transformasi ini bukan tanpa alasan. Data Kominfo mencatat, Indonesia sekarang memiliki lebih dari 43.000 platform digital, sementara media cetak menyusut dari 1.300 menjadi 500 dalam 18 tahun terakhir. Di sisi lain, pertumbuhan media digital yang tersebut, muncul juga hoaks yang gampang ditemui di Facebook, TikTok, dan WhatsApp.
Honda Media Award hadir sebagai respons atas fenomena ini. Penghargaan ini tidak hanya menilai kualitas konten, tetapi juga komitmen peserta untuk membuat berita dan memerangi hoaks. Kriterianya ketat: (1) Akurasi data yang diverifikasi sumber terpercaya, (2) Konten edukatif dan tidak provokatif, (3) Gaya penyampaian kreatif namun bertanggung jawab. “Hoaks bukan hanya merusak reputasi merek, tapi juga mengancam kohesi sosial. massal,” tambah Yulian.
Honda juga membuka pendaftaran untuk kategori baru: Kreator Digital Antihoaks. Kategori ini menyasar anak muda yang aktif di platform seperti Instagram Reels atau YouTube Shorts, namun konsisten menyajikan konten berbasis data.
Acara media gathering sembari Berbuka Puasa tersebut Honda memberikan penghargaan Honda Lifetime Achievement Award 2025 kepada para jurnalis masing-masing adalah : Uslik Kristinila (Otorian.id), Munawar Chalil (OTO Media Group) dan Dwi Wahyu (Gridoto).
(Foto : Julez/Motobikes)